Kelainan Kongenital

Halaman ini menjelaskan kelainan kongenital cleft lip dan/atau palate, celah abnormal akibat kegagalan penyatuan processus embrio pada minggu ke-5 hingga ke-10 kehamilan. Materi mencakup etiologi multifaktorial, klasifikasi variatif, masalah terkait seperti gangguan bicara dan makan, penanganan bedah multidisiplin yang terencana, serta data epidemiologinya, memberikan pemahaman komprehensif bagi mahasiswa kedokteran gigi.

Pendahuluan

  • Cleft adalah kelainan kongenital berupa ruang abnormal pada bibir atas, alveolus, dan atau palatum
  • Kelainan kongenital paling serius yang paling sering dijumpai di area rongga mulut dan membutuhkan penanganan multidisiplin yaitu dokter gigi spesialis maupun dokter gigi umum
  • Cleft hanya melibatkan bibir (cleft lip), palatum (isolated cleft palate), keduanya (cleft lip palate)
  • Cleft dapat terjadi 1 sisi (unilateral) maupun 2  sisi (bilateral)

 

Epidemiologi

  • CLP terjadi 1 : 600 - 800 kelahiran
  • Isolated CLP terjadi pada 1 : 2000 kelahiran
  • Prevalensi keturunan asia paling banyak dan pada kulit hitam paling sedikit
  • CLP laki laki : wanita adalah 3 : 2
  • Distribusi kasus cleft lip 15%, cleft lip & palate 45%, dan cleft palate 40%
  • Unilateral cleft : bilateral cleft adalah 4 : 1

 

Progress Kelainan

  • Cleft Lip
    • Terbentuk karena kegagalan penyatuan medial nasal processus dengan maxillary processus
      • Embrio 5 minggu
        • Medial nasal prosesus untuk membentuk batang hidung
        • Lateral nasal prosesus untuk membentuk ala nasi
        • Maxillary prosesus untuk membentuk maksila
        • Mandibular prosesus  untuk membentuk mandibula 
      • Selama minggu 5 - 7
        • Maxillary processus bertumbuh ke arah medial, menekan medial nasal prosessus
        • Proses penyatuan maxillary processus & medial nasal processus membentuk bibir atas
        • Medial nasal prosessus ka dan ki bergerak ke medial saling mendekat satu sama lain karena dorongan pertumbuhan maxillary processus
        • Penyatuan kedua medial nasal prosessus
        • Intermaxillary segment (terdiri dari 3 komponen)
          • Komponen labial : philtrum
          • Komponen alveolar : tempat tumbuhnya 4 gigi incisivus RA
          • Komponen palatal : palatum primer
      • Embrio 10 minggu
        • Proses penyatuan sudah selesai 
  • Cleft Palate
    • Terbentuk karena kegagalan penyatuan palatine shelves
      • Embrio 6 minggu
        • Processus membentuk palatine shelves
      • Embrio minggu 7
        • Palatine shelves kanan dan kiri tumbuh ke arah medial lalu menyatu satu sama lain membentuk palatum sekunder
        • Di bagian anterior menyatu dengan palatum primer membentuk foramen insisivus
        • Dari arah posterior palatum menyatu dengan septum nasal membetuk dasar cavum nasi 
      • Embrio 10 minggu
        • Proses penyatuan sudah selesai

 

Variasi / Klasifikasi Cleft Lip & Palate

  • Cleft Lip
    •  
    • Gagalnya penyatuan prosesus nasalis dan prosesus maksilaris menghasilkan celah pada bibir dan dasar rongga hidung
      • Unilateral
      • Bilateral
      • Complete : hilangnya koneksi antara basis alar dan labial medial
      • Incomplete : celah tidak meluas melewati dasar nasal
  • Cleft Palate
    • Gagalnya penyatuan palatal shelves yang menghasilkan celah pada palatum durum / palatum mole / keduanya
      • Cleft of hard and soft palate
      • Cleft of soft palate
      • Submucosal cleft : celah terjadi pada jaringan otot / muscular dari palatum molle tetapi mukosa yang menutupinya tetap intak
  • Cleft Lip & Palate
    • Celah melibatkan bibir, tulang alveolar, dan palatum. Diklasifikasikan berdasarkan perspektif embriologi :
      • Cleft of the Primary Palate and Alveolus : celah dimulai dari foramen insisivus ke arah anterior melalui alveolus
      • Cleft of the Secondary Palate : celah dimulai dari foramen insisivus ke arah posterior
      • Cleft of both Primary and Secondary Palate : celah melibatkan tipe primer dan sekunder

 

Etiologi

  • Multifactorial dari genetik dan lingkungan
  • Gen yang mempengaruhi sifatnya multi genetik dan tidak ada pola keturunan khusus
  • Faktor lingkungan memicu mutasi genetik
  • Defisiensi nutrisi, radiasi, obat, hipoksia, virus, dan merokok meningkatkan resiko CLP

 

Masalah yang berhubungan dengan Cleft Lip & Palate

  • Dental problem
    • Malposisi dan agenesis karena terbentuk di regio insisivus lateral / kaninus
  • Maloklusi
    • Retardasi pertumbuhan maksila dengan hubungan skeletal kelas 3
    • Tindakan bedah koreksi cleft menyebabkan fibrosis yang dapat menghambat pertumbuhan maksila yaitu lengkung rahang atas yang sempit
  • Feeding problem
    • Sulit untuk menciptakan tekanan negatif pada rongga mulut saat hisap ASI
  • Ear problem
    • Auditory tube langsung terhubung dengan nasopharynx sehingga bakteri mudah masuk menyebabkan otitis media yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran
  • Speech problem
    • Gangguan velopharyngeal mechanism yaitu udara laring masuk ke nasofaring sehingga menciptakan hipernasal speech atau sengau dan dapat menyebabkan gangguan artikulasi terutama huruf konsonan. 

 

Perawatan Cleft Lips & Palate

Perlu prosedur bedah terencana dan ketepatan waktu yang baik karena melibakan proses tumbuh kembang dan berpengaruh terhadap hasil akhir koreksi cleft.

  • Tujuan
    • Mengkoreksi celah
    • Menghilangkan anomali yang disebabkan oleh celah
    • Membuat pasien memiliki kehidupan yang jauh lebih baik
  • Waktu
    • Saat bayi memenuhi rule of 10, yaitu :
      • Usia minimal 10 minggu
      • Berat badan minimal 10 pound
      • Hb minimal 10 gr/dL
  • Tahapan
    • Primary Surgical Procedure
      • Untuk memperbaiki celah pada bibir dan langit - langit
        • Cheilorrhaphy
          • Prosedur bedah  untuk koreksi celah bibir
          • Dapat dilakukan pada kasus cleft lip secepatnya setelah bayi memenuhi rule of 10
        • Palatoraphy
          • Prosedur bedah untuk koreksi celah langit-langit
          • Dapat dilakukan pada kasus cleft palate saat bayi berusia 9 - 18 bulan
    • Secondary Surgical Procedure
      • Untuk meningkatkan fungsi dan memperbaiki defek lain yang masih adalah setelah bedah primer
        • Velopharyngeal flap / Pharyngoplasty
          • Waktu : usia 3 - 5 tahun
          • Tujuan : memperbaiki velopharyngeal impairment untuk meningkatkan fungsi bicara
        • Bone graft reconstruction
          • Waktu : usia kronologis 6 - 9 tahun. Pada periode mixed dentition setelah I2 erupsi mendekati saat C erupsi (benih C dengan akar ½ lengkap)
          • Tujuan : Memperbaiki cleft tulang pada alveolar 
        • Lip and Nasal Revision
          • Waktu : setelah usia 5 tahun (pertumbuhan tulang nasal telah selesai)
          • Tujuan : mempercantik bentuk bibir dan hidung
        • Orthognathic Surgery
          • Waktu : usia 14 - 16 perempuan dan usia 16 - 18 laki laki
          • Tujuan : memperbaiki hubungan maksila dan mandibula
          • Dental implan / bridge / protesa lainnya pada kasus agenisis dilakukan setelah koreksi malokusi dengan bedah / ortho cekat

 

Concept Pages

Berlangganan untuk Melanjutkan Membaca

Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds