Cluster Headace

Denyi krpala yang biasanya pada makam hari, membangunkan pasien dari tidurm dab berukabf setia hari.

Definisi

Nyeri kepala dengan gambaran klinis khas yaitu biasanya terjadi pada malam hari, membangunkan pasien dari tidur, dan berulang setiap hari pada waktu tertentu yang sama untuk jangka waktu mingguan hingga bulanan. Biasanya disertai gejala otonom.

Etiologi

  • Sampai saat ini belum diketahui
  • Teori aktivasi trigeminovascular system → vasodilatasi 
  • Keterkaitan hipotalamus → sirkadian
  • Paling sering disebabkan kompresi oleh Superior Cerebellar Artery (SCA) sebanyak 75 - 80% kasus. Namun dapat juga disebabkan kompresi ganglion trigeminalis oleh Anterior Inferior Cerebellar Artery (AICA)

Faktor Risiko

  • Laki-laki ⇒ rasio serangan sakit kepala pada laki-laki dibandingkan perempuan adalah 9 : 1
  • Usia >30 tahun
  • Konsumsi alkohol
  • Riwayat brain surgery atau trauma kepala
  • Riwayat keluarga

Patofisiologi

  • Belum diketahui patofisiologi secara pasti
  • Teori trigeminovascular system
    • Aktivasi refleks trigeminal otonom → vasodilatasi dan aktivasi parasimpatis dari nukleus solitarius superior → ganglion sfenopalatina → lakrimasi, injeksi konjungtiva, dan hidung tersumbat
  • Keterkaitan hipotalamus
    • Cluster headache terjadi pada waktu yang sama setiap tahun dengan pola sirkannual

Anamnesis

  • Nyeri kepala hebat
  • Nyeri unilateral daerah orbita, temporal, atau kombinasi keduanya
  • Berlangsung selama 15 - 180 menit
  • Frekuensi serangan 2 - 8 kali per hari
  • Biasanya disertai satu atau lebih gejala penyerta:
    • Injeksi konjungtiva ipsilateral
    • Lakrimasi ipsilateral
    • Kongesti nasal ipsilateral
    • Rhinorrhea ipsilateral
    • Berkeringat di kening dan wajah ipsilateral
    • Miosis ipsilateral
    • Ptosis ipsilateral
    • Edema palpebra ipsilateral

Pemeiksaan Fisik

  • Pemeriksaan Fisik Umum dan TTV
  • Penilaian skala nyeri → VAS
  • Pemeriksaan Neurologi
    • Kesadaran
    • N. Cranialis
    • Fungsi motorik
    • Fungsi sensorik
    • Otot-otot perikranial

Pemeriksaan Penunjang

  1. CT Scan atas indikasi → bila didapatkan defisit neurologis atau tidak membaik selama 3 bulan dan keluhan makin berat
  2. MRI atas indikasi → bila didapatkan defisit neurologis atau tidak membaik selama 3 bulan dan keluhan makin berat

Kriteria Diagnosis

  1. Sekurang-kurangnya terdapat 5 serangan yang memenuhi kriteria b - d
  2. Nyeri hebat pada daerah orbita, supraorbita dan atau temporal yang berlangsung antara 15 - 180 menit jika tidak ditangani
  3. Nyeri kepala disertai setidaknya satu gejala berikut:
    1. Injeksi konjungtiva dan atau lakrimasi ipsilateral
    2. Kongesti nasal dan atau rhinorrhea ipsilateral
    3. Edema palpebra ipsilateral
    4. Berkeringat pada daerah dahi dan wajah ipsilateral
    5. Miosis dan atau ptosis ipsilateral
    6. Gelisah atau agitas
    7. Frekuensi serangan 1 - 8 kali/hari
  4. Tidak berhubungan dengan kelainan lain

Kriteria Nyeri Kepala Klaster Episodik:

  1. Serangan memenuhi kriteria A - E
  2. Paling sedikit dua periode klaster yang berlangsung 7 - 365 hari dan dipisahkan oleh periode bebas nyeri >1 bulan

Kriteria Nyeri Kepala Klaster Kronis:

  1. Serangan memenuhi kriteria A - E
  2. Serangan berulang lebih dari 1 tahun tanpa periode remisi atau dengan periode remisi yang berlangsung kurang dari 1 bulan

Diagnosis Banding

  • Migrain

Yang membedakan: Nyeri kepala unilateral dengan karakteristik pulsatil

  • Tension Type Headache

Yang membedakan: Nyeri kepala bilateral dengan karakteristik terikat

  • Paroxysmal Hemicrania

Yang membedakan: 

Karakteristik

Cluster Headache

Paroxysmal Hemicrania

Gender (L/P)

3:1

1:1

Nyeri

Keparahan

Sangat parah

Sangat parah

Distribusi

V1 > C2 > V2 > V3

V1 > C2 > V2 > V3

Kualitas

Tajam

Tajam

Serangan

Durasi

14 - 180 menit

2 - 30 menit

Frekuensi

1 - 8/hari

>5/hari

Agitasi

+++

++

Pemicu

Alkohol

+++

+

Kutaneus

-

-

Nitrogliserin

+++

+

Sirkadian

+

-

Terapi

Oksigen

>8%

-

Triptan

>70%

20%

Nausea, muntah, photo atau phonophobia

50 - 65%

40 -65%

Tatalaksana Farmakologis

  1. Akut
    • Inhalasi oksigen dengan masker 100% 7 liter/menit selama 15 menit
    • Dihidroergotamin 0,5 - 1,5 mg IV → mengurangi nyeri
    • Sumatriptan injeksi subkutan 6 mg → mengurangi nyeri, dapat diulang setelah 24 jam
  2. Profilaksis
    • Verapamil 120 - 160 mg 
    • Nimodipin 240 mg/hari atau Nifedipin 40 - 120 mg/hari
    • Steroid 50 - 75 mg tiap pagi dikurangi 10% pada hari ke tiga → tidak untuk pemakaian jangka panjang

Edukasi

  1. Istirahat cukup
  2. Hindari tidur sore
  3. Hindari alkohol
  4. Hindari tembakau
  5. Hindari ketinggian
  6. Hindari sinar terang dan suara gaduh

Referensi

  1. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. 2018. Panduan Praktik Klinis Neurologi. http://snars.web.id/ppkneurologi/ppkneurologi.pdf
  2. Kandel SA, Mandiga P. Cluster Headache. [Updated 2022 Jul 18]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK544241/#_NBK544241_pubdet_
  3. Anisa M, Kurniawan SN. Cluster Headache. Journal of Pain, Headache and Vertigo; 2022. 3:29-34. DOI 10.21776/ub.jphv.2022.003.02.1.
Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds