Abortus

Abortus adalah berakhirnya kehamilan sebelum janin mampu hidup, pada topik kali ini akan dibahas lebih lengkap mengenai abortus!

Definisi

Abortus atau keguguran yaitu berakhirnya kehamilan sebelum janin mampu hidup, yaitu ketika usia kehamilan belum mencapai 20 minggu atau berat janin <500 gram, baik secara spontan maupun diinduksi.

Etiologi

  • Keguguran spontan: keguguran yang terjadi tanpa disengaja, tanpa tindakan mekanis atau medis untuk mengosongkan uterus.

Faktor risiko keguguran spontan: anomali janin atau kelainan kromosom yang berat, penyakit infeksi, gangguan nutrisi yang berat, penyakit menahun dan kronis, konsumsi alkohol dan merokok, anomali uterus dan serviks, gangguan imunologis, serta trauma fisik dan psikologis.

  • Keguguran diinduksi: penghentian kehamilan yang sengaja dilakukan sebelum janin mampu hidup, baik dengan memakai obat-obatan atau memakai alat.
  • Di Indonesia, keguguran diinduksi dilarang secara hukum kecuali untuk dua kondisi, yaitu (1) indikasi kedaruratan medis dan (2) kehamilan akibat perkosaan, dengan syarat-syarat yang telah diatur dalam UU Nomor 36 Tahun 2009 dan PP Nomor 61 Tahun 2014.

Patofisiologi

Lebih dari 80% aborsi spontan terjadi kurang dari 12 minggu usia kehamilan. Biasanya abortus pada trimester pertama disertai dengan perdarahan pada desidua basalis yang diikuti dengan nekrosis jaringan yang menstimulasi kontraksi uterus dan ekspulsi.

Penegakan Diagnosis

  • Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik

Diagnosis

Perdarahan

Nyeri Perut

Uterus

Serviks

Gejala Khas

Abortus iminens

Sedikit

Sedang

Sesuai usia gestasi

Tertutup

Tidak ada eskpulsi jaringan konsepsi

Abortus insipiens

Sedang - banyak 

Sedang - hebat

Sesuai usia gestasi

Terbuka

Tidak ada eskpulsi jaringan konsepsi

Abortus inkomplit

Sedang - banyak 

Sedang - hebat

Sesuai usia gestasi

Terbuka

Eskpulsi sebagian jaringan konsepsi

Abortus komplit

Sedikit

Tanpa / sedikit

Lebih kecil dari usia gestasi

Terbuka / tertutup

Eskpulsi seluruh jaringan konsepsi

Missed abortion

Tidak ada

Tidak ada

Lebih kecil dari usia gestasi

Tertutup

Janin telah mati tapi tidak ada ekspulsi jaringan konsepsi

Gambar . Macam-macam abortus

    • Abortus infeksiosa

Abortus infeksiosa adalah abortus yang mengalami infeksi, namun terbatas pada desidua. Diagnosis keguguran infeksiosa ditentukan dengan terdapatnya keguguran yang disertai gejala dan tanda infeksi genitalia, seperti demam, takikardi, perdarahan pervaginam berbau, uterus yang membesar, lembek, serta nyeri tekan, dan leukositosis. Apabila terdapat sepsis, penderita tampak sakit berat, kadang-kadang menggigil, demam tinggi dan tekanan darah menurun.

    • Abortus septik

Abortus septik adalah abortus yang disertai infeksi baik pada uterus dan organ sekitarnya, diikuti penyebaran kuman atau toksin ke dalam peredaran darah atau peritoneum. 

    • Abortus habitualis

Keadaan dimana penderita mengalami keguguran berturut-turut tiga kali atau lebih. Pada umumnya penderita tidak sulit menjadi hamil, tetapi kehamilannya berakhir sebelum 28 minggu.

  • Pemeriksaan Penunjang
    • Darah lengkap
      • Kadar Hb → menentukan anemia
      • Angka leukosit → menentukan infeksi
      • Kadar beta HCG → memastikan kehamilan
      • Golongan darah dan rhesus
      • Skrining IMS
    • USG → memeriksa letak, kondisi, dan usia kehamilan
    • Pemeriksaan jaringan → periksa PA untuk mengonfirmasi bahwa keguguran telah terjadi dan gejala tidak berhubungan dengan penyebab lain dari perdarahan kehamilan.

 

Diagnosis Banding

  • Abortus insipien
  • Abortus iminen
  • Abortus komplit
  • Abortus inkomplit

Tatalaksana

Gambar. Alur diagnosis abortus

Abortus Iminens

  • Pertahankan kehamilan
  • Tidak perlu pengobatan khusus
  • Jangan melakukan aktivitas fisik berlebihan atau hubungan seksual
  • Jika perdarahan berhenti, pantau kondisi ibu selanjutnya pada pemeriksaan antenatal termasuk pemantuan kadar Hb dan USG panggul serial setiap 4 minggu. Lakukan penilaian ulang bila perdarahan terjadi lagi.
  • Jika perdarahan tidak berhenti, nilai kondisi janin dengan USG. Nilai kemungkinan adanya penyebab lain

Abortus Insipiens

  • UK <16 minggu
    • Evakuasi konsepsi dengan aspirasi vakum manual
    • Jika tidak bisa: ergometrin 0,2 mg IM (dapat diulang tiap 5 menit jika perlu)
    • Atau misoprostol 400 mcg per oral (dapat diulang tiap 4 jam jika perlu)
    • Rencana evakuasi segera
  • UK >16 minggu
    • Tunggu ekspulsi spontan → evakuasi sisa konsepsi
    • Jika perlu berikan oksitosin 40 IU 1000cc NaCl 0,9 % atau RL 40 tpm untuk mempercepat ekspulsi, 

Abortus Inkomplit

  • UK <16 minggu, perdarahan ringan-sedang
    • Gunakan jari atau forsep cincin untuk mengeluarkan hasil konsepsi yang mencuat dari serviks
  • UK <16 minggu, perdarahan banyak, terus menerus
    • Aspirasi vakum manual untuk evakuasi jaringan
    • Jika tidak ada: kuretase dengan sendok kuret tajam
    • Jika perlu → ergometrin 0,2 mg IM (dapat diulang setelah 15 menit)
    • atau misoprostol 400 mcg PO (dapat diulang setelah 4 jam)
  • UK >16 minggu
    • Oksitosion 40U dalam 1000 cc RL, drip 40 tpm sampai terjad ekspulsi
    • Jika perlu: misoprostol 200 mcg pervag setiap 4 jam sampai ekspulsi (maks 800 mcg)
    • Jika perlu: kuretase untuk membersihkan sisa jaringan di uterus

Abortus Komplit

  • Tidak perlu evakuasi jaringan
  • Observasi KU, VS, dan perdarahan
  • Cek Hb post abortus :
    • Anemia ringan → SF 600 mg/hari selama 2 minggu
    • Anemia berat (<7gr/dl) → tranfusi darah sampai Hb mencapai 10 mg/dl
  • Evaluasi keadaan ibu setelah 2 minggu

Missed abortion

  • UK <12 minggu
    •  Evakuasi dengan AVM atau sendok kuret
  • UK 12 - 16 minggu
    • Pastikan serviks terbuka, bila perlu lakukan pematangan serviks sebelum dilakukan dilatasi dan kuretase. Lakukan evakuasi dengan tang abortus dan sendok kuret. 
  • UK 16 - 22 minggu
    • Lakukan pematangan serviks.
    • Lakukan evakuasi dengan infus oksitosin 20 unit dalam 500ml NaCl 0.9% atau Ringer laktat dengan kecepatan 40 tetes/ menit hingga terjadi ekspulsi hasil konsepsi
    • Bila dalam 24 jam evakuasi tidak terjadi, evaluasi kembali sebelum merencanakan evakuasi lebih lanjut

Abortus Infeksiosa

  • Tidak syok → kuretase 24 jam kemudian
  • Ada tanda syok → infus RL, transfusi, dilanjutkan kuretase

Abortus Septik

  • Perdarahan terus berlangsung → kuretase segera
  • Tidak terjadi perdarahan → kuretase 6 jam setelah konsumsi obat:
    • Ampisilin PO 500 mg/6 jam atau 1 gr/IV/4 jam
    • Gentamisin IV/IM 1,5mg/kgBB/8 jam
    • Metronidazole PO 500 mg /6 jam atau 1 gr IV/12 jam

 

Referensi

  1. Cunningham, F.G. et al. 2014. Williams obstetrics. 24th edn. New York, NY: McGraw Hill.
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Pedoman Nasional Asuhan Pasca Keguguran yang Komprehensif. Jakarta: Kemenkes RI.
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan. Jakarta: Kemenkes RI.
Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds