Strategi Komunikasi Dokter Gigi untuk Membangun Kepercayaan Pasien

Strategi Komunikasi Dokter Gigi untuk Membangun Kepercayaan Pasien

Fayzandra Farrell Ramadhina
Published on

Sobat Mindy, tahu ga? bahwa kemampuan berkomunikasi adalah skill penting yang perlu diasah dari preklinik. Komunikasi yang efektif sangat penting dalam keberhasilan praktik kedokteran gigi, Tanpa komunikasi yang baik, rencana perawatan yang sudah disusun secara matang bisa saja tidak berjalan optimal. 

Faktanya, banyak tantangan di klinik muncul bukan karena kurangnya kompetensi, melainkan karena pasien tidak memahami apa yang dijelaskan oleh dokter gigi. Lewat artikel ini, Mindy akan spill strategi komunikasi yang bisa kamu terapkan untuk membangun kepercayaan pasien.

  1. Gunakan Bahasa yang Jelas dan Dipahami Pasien

Sobat Mindy tentunya sering menggunakan istilah medis dalam berinteraksi. Namun, bagi pasien, istilah seperti karies, kalkulus, gingivitis atau periodontitis bisa terdengar asing dan menimbulkan kecemasan. Maka dari itu, Sobat Mindy perlu menyampaikan informasi secara jelas dan menggunakan bahasa sehari-hari.

Strategi yang bisa diterapkan: 

  • Sederhanakan istilah klinis tanpa menghilangkan makna ilmiahnya.

  • Gunakan analogi atau contoh sehari-hari.

  • Manfaatkan alat bantu visual seperti radiograf, foto intraoral, atau ilustrasi anatomi

Begitu juga dengan biaya perawatan, Sobat Mindy dapat menjelaskan apa saja yang harus dibayar pasien dan opsi lainnya, agar pasien dapat membuat keputusan yang tepat.

  1. Sampaikan Informasi yang Akurat dan Transparan

Kepercayaan pasien terbentuk dari komunikasi yang tepat dan konsisten. Informasi yang tidak lengkap atau ketidakakuratan dapat membuat pasien tidak percaya terhadap suatu perawatan.

Strategi yang bisa diterapkan:

  • Jelaskan diagnosis dan pilihan perawatan berdasarkan indikasi yang jelas

  • Sampaikan manfaat, risiko, serta kemungkinan keterbatasan hasil perawatan

  • Hindari memberikan janji kepada pasien

Pendekatan ini membantu pasien merasa dilibatkan dalam pengambilan keputusan klinis.

  1. Sifat Empati

Rasa takut terhadap perawatan gigi sangat sering terjadi. Pasien dapat merasakan cemas terhadap rasa nyeri, prosedur yang belum dipahami, atau biaya perawatan.

Strategi yang bisa diterapkan:

  • Badan menghadap ke arah pasien

  • Eye to eye

  • Dengarkan keluhan pasien secara aktif

  • Beri respon yang menenangkan dan tidak menghakimi

  • Beri waktu pasien untuk mencerna informasi sebelum menyetujui tindakan

Empati yang baik tidak hanya meningkatkan kenyamanan pasien, tetapi juga memperkuat hubungan dokter–pasien dalam jangka panjang

  1. Sampaikan Penjelasan secara Singkat dan Lengkap

Penjelasan yang terlalu panjang dan teknis justru dapat membuat pasien kewalahan. Kunci komunikasi efektif adalah fokus pada informasi yang relevan bagi pasien.

Strategi yang bisa diterapkan:

  • Sampaikan poin utama terlebih dahulu: masalah, solusi, dan konsekuensinya

  • Hindari detail teknis bagi pasien awam

  • Akhiri dengan memberi kesempatan kepada pasien untuk bertanya

Dengan struktur komunikasi yang jelas, pasien akan lebih mudah memahami kondisi dan rencana perawatannya.

 

Implementasi strategi-strategi ini dapat membantu membangun kepercayaan pasien dan membuat pasien merasa lebih yakin untuk melanjutkan perawatan.

 

Bagaimana Sobat Mindy? sudah tahu kan! strategi komunikasi yang efektif. Kamu bisa belajar materi IKGMP atau departemen lainnya yang lebih lengkap dan detail hanya di UMEDS Private Class. 

Jangan lupa download aplikasi UMEDS di App Store & Playstore

Download AppStore

Download Playstore

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi kontak dibawah ini :

Mindy 1 (+628112922274)

Mindy 2 (+628112922275)

 

Sumber:

Open Dental Blog. Communication Strategies for Dentists. https://opendental.blog/communication-strategies-for-dentists/

 

 

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar

Login
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Customer Support umeds