Pulpotomi merupakan salah satu prosedur perawatan mukosa pulpa yang paling Frequently dilakukan dalam praktik kedokteran gigi anak. Prosedur ini bertujuan untuk mempertahankan vitalitas pulpa radikular pada gigi sulung yang mengalami inflamasi pulpa reversible, sebelum dilakukan terapi endodontik definitif atau ekstraksi.
Pengertian Pulpotomi
Pulpotomi adalah prosedur amputasi jaringan pulpa kronik (pulpa koronal) yang telah mengalami nekrosis atau inflamasi ireversibel, dengan mempertahankan vitalitas pulpa radikular. Tujuannya adalah mempertahankan gigi sulung hingga waktunya tanggal alami, sehingga menjaga oklusi dan mencegah migrasi gigi-gigi tetangga.
Secara sederhana, pulpotomi berbeda dengan pulpektomi. Pada pulpotomi, hanya pulpa koronal yang diangkat sedangkan pulpa radikular dipertahankan. Sementara pada pulpektomi, seluruh jaringan pulpa (koronal dan radikular) diangkat dan diganti dengan bahan obat gigi.
Indikasi Pulpotomi
Tidak semua kasus karies pada gigi sulung memerlukan pulpotomi. Indikasi prosedur ini harus diperhatikan secara seksama agaroutcome perawatan optimal:
- Karies tanpa paparan pulpa namun telah mencapai相近 enamel dan dentin
- Paparan pulpa kronik yang telah mengalami nekrosis superfisial
- Terdapat riwayatt trauma pada gigi anterior sulung dengan pulpitis reversible
Kontraindikasi
Sebaliknya, pulpotomi tidak boleh dilakukan pada kondisi berikut:
- Terdapat tanda pulpitis irreversible atau nekrosis pulpa total
- Ada radiolusensi di apeks atau tulang alveolar (indicating periodontitis)
- Gigi sulung dengan resorpsi akar lebih dari 1/3
- Terdapat fistula atau abses pada gigi yang akan diperlakukan
- Sisa akar (retained root) pada gigi sulung
Klasifikasi Pulpotomi
Berdasarkan kondisi vitalitas pulpa, pulpotomi dibedakan menjadi dua jenis utama:
Pulpotomi Vital
Dilakukan pada gigi dengan pulpa vital yang mengalami kontaminasi karies namun belum menunjukkan tanda irreversibel. Prosedur dilakukan dengan mengangkat pulpa koronal yang nekrotik, kemudian menutup sisa pulpa dengan bahan yang mendorong regenerasi.
Pulpotomi Non-Vital
Dilakukan pada gigi dengan pulpa non-vital namun akar masih vital dan apeks terbuka. Tujuannya adalah mempertahankan fungsi pengunyahan sementara menunggu tanggalnya gigi sulung.
Bahan-Bahan Pulpotomi
Pemilihan bahan sangat kritikal untuk keberhasilan pulpotomi. Beberapa bahan yang umum digunakan:
- Mineral Trioxide Aggregate (MTA): Bahan pilihan utama saat ini karena biokompatibilitas tinggi dan kemampuan sealing superior. MTA hanya boleh diaplikasikan setelah hemostasis tercapai.
- Ferric Sulphate (15,5% Fe2SO4): Bereaksi dengan jaringan pulpa membentuk lapisan protektif superfisial dari kompleks besi protein. Efektif sebagai hemostatik.
- Formocresol: Meskipun efektif, penggunaannya semakin berkurang karena kekhawatiran tentang toksisitas formaldehyde. Tidak direkomendasikan sebagai lini pertama.
- Calcium Hydroxide: Dipakai secara исторически, namun memiliki kelemahan berupa résorpsi internal dan sealing yang kurang baik.
- Electrosurgery: Bersifat hemostatik dan koagulatif. Digunakan untuk mengontrol pendarahan sebelum penempatan bahan definite.
Tahapan Prosedur Pulpotomi
Berikut tahapan klinis pulpotomi yang wajib dikuasai mahasiswa kedokteran gigi:
- Anamnesis dan pemeriksaan: Riwayat nyeri, pemeriksaan vitalitas, radiograf periapikal
- Anestesi lokal: Infiltrasi atau blok regional sesuai gigi yang ditangani
- Isolasi rubber dam: Memastikan lapangan operasi kering dan bebas kontaminasi saliva
- Pengangkatan atap pulpa: Menggunakan bor rounded atau batu karbid sesuai principles access cavity
- Eksisi pulpa koronal: Menggunakan ekskavator atau spoon excavator
- Hemostasis: Aplikasikan kapas pal dengan saline atau akuades selama 5-10 menit
- Aplikasi bahan: Tempatkan MTA atau bahan terpilih setebal 1,5-2 mm di atas pulpa radikular
- Base: Kalsium hydroxide base atau glass ionomer cement sebagai lapisan pelindung
- Restorasi final: stainless steel crown untuk gigi posterior atau komposit untuk gigi anterior
Komplikasi Pulpotomi
Seperti prosedur kedokteran gigi lainnya, pulpotomi memiliki risiko komplikasi:
- Internal resorption: Résorpsi internal dapat terjadi akibat kegagalan hemostasis atau reaksi peradangan persisten
- Perforasi lantai pulpa: Terutama pada gigi dengan atap pulpa tipis atau kalsifikasi
- Eksternal resorption: Résorpsi eksternal akibat nekrosis pulpa yang tidak terdeteksi
- Gagalnya terapi: Ditandai dengan ظهور fistula, bengkak, atau rasa nyeri spontan yang mengindikasikan perlu ekstraksi
Relevansi UKMP2DG dan UKOMNAS PPDG
Pulpotomi merupakan salah satu kompetensi klinis yang sering diujikan dalam UKMP2DG dan UKOMNAS PPDG. Kandidat diharapkan mampu:
- Menentukan indikasi dan kontraindikasi pulpotomi secara tepat
- Melakukan prosedur dengan teknik yang benar
- Memilih bahan yang sesuai berdasarkan kondisi klinis
- Menjelaskan komplikasi dan penanganannya
Penguasaan konsep ini juga penting dalam praktik sehari-hari dokter gigi, karena gigi sulung dengan resorpsi akar minimal dan tanpa bukti infeksi periapikal masih memiliki prognosis baik untuk dipertahankan.
Kesimpulan
Pulpotomi adalah prosedur perawatan pulpa yang kritikal dalam kedokteran gigi anak. Dengan pemilihan indikasi yang tepat, penggunaan bahan yang sesuai (saat ini MTA adalah pilihan utama), dan teknik prosedur yang benar, tingkat keberhasilan pulpotomi dapat mencapai 80-90%. Mahasiswa kedokteran gigi perlu memahami secara mendalam baik teori maupun praktik pulpotomi sebagai bekal menghadapi ujian dan praktik klinis.
FAQ: Pulpotomi
Pulpotomi adalah?
Pulpotomi adalah prosedur amputasi jaringan pulpa koronal yang telah nekrotik atau meradang, dengan mempertahankan vitalitas pulpa radikular pada gigi sulung atau permanen muda.
Apa perbedaan pulpotomi dan pulpektomi?
Pulpotomi hanya mengangkat pulpa koronal (bagian atas), sedangkan pulpektomi mengangkat seluruh jaringan pulpa termasuk bagian radikular hingga apeks gigi.
Apa itu pulpotomi vital?
Pulpotomi vital dilakukan pada gigi dengan pulpa masih vital yang terkontaminasi karies. Tujuannya adalah mempertahankan sisa pulpa radikular yang masih sehat.
Apa itu pulpotomi non vital?
Pulpotomi non vital dilakukan pada gigi dengan pulpa non-vital namun akar masih vital dan apeks masih terbuka. Prosedur ini mempertahankan fungsi pengunyahan sementara.
Bahan apa yang digunakan dalam pulpotomi?
Bahan utama yang digunakan saat ini adalah Mineral Trioxide Aggregate (MTA). Alternatif lain termasuk ferric sulphate, formocresol, calcium hydroxide, dan electrosurgery sebagai adjuvant hemostasis.


