Periodontitis: Penyebab, Klasifikasi, Gejala, dan Penatalaksanaan Lengkap untuk Mahasiswa Kedokteran Gigi

Periodontitis: Penyebab, Klasifikasi, Gejala, dan Penatalaksanaan Lengkap untuk Mahasiswa Kedokteran Gigi

Mindy
Published on 30 Maret 2026

Periodontitis: Penyebab, Klasifikasi, Gejala, dan Penatalaksanaan Lengkap untuk Mahasiswa Kedokteran Gigi

Periodontitis merupakan salah satu topik yang paling sering muncul dalam ujian UKMP2DG dan UKOMNAS PPDG. Artikel ini akan membahas secara komprehensif mulai dari definisi, klasifikasi berdasarkan CDC/AAP 2018, etiologi, tanda klinis, diagnosis, hingga penatalaksanaan yang tepat. Memahami periodontitis dengan baik akan sangat membantu kamu dalam menghadapi station UKOMNAS PPDG dan praktik klinis sehari-hari.

Pengertian Periodontitis

Periodontitis adalah penyakit inflamasi kronis pada jaringan pendukung gigi yang disebabkan oleh mikroorganisme spesifik. Kondisi ini ditandai dengan kerusakan progresif pada ligamen periodontal dan tulang alveolar, yang menyebabkan pembentukan pocket periodontal, kehilangan perlekatan, dan akhirnya kehilangan gigi jika tidak ditangani dengan tepat.

Secara epidemiologis, periodontitis merupakan salah satu penyebab utama kehilangan gigi pada orang dewasa di seluruh dunia. Penelitian menunjukkan bahwa prevalensi periodontitis berat di Indonesia masih cukup tinggi, menjadikannya sebagai masalah kesehatan masyarakat yang signifikan.

Klasifikasi Periodontitis (CDC/AAP 2018)

Pada tahun 2018, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) bersama American Academy of Periodontology (AAP) memperbarui klasifikasi periodontitis menjadi beberapa kategori berdasarkan tingkat keparahan:

Berdasarkan Tingkat Keparahan

  • Periodontitis Ringan (Mild): Attachment loss 1-2 mm, probing depth 3-4 mm
  • Periodontitis Sedang (Moderate): Attachment loss 3-4 mm, probing depth 5-6 mm
  • Periodontitis Berat (Severe): Attachment loss ≥5 mm, probing depth ≥7 mm

Berdasarkan Staging

Sistem staging mempertimbangkan:

  • Stage I: Initial periodontitis, attachment loss 1-2 mm
  • Stage II: Moderate periodontitis, attachment loss 3-4 mm
  • Stage III: Severe periodontitis dengan faktor复杂性
  • Stage IV: Advanced periodontitis dengan indikasi ekstraksi

Berdasarkan Grading

Sistem grading menilai laju progresivitas penyakit:

  • Grade A: Laju progresif lambat, tidak ada faktor risiko
  • Grade B: Laju progresif moderat
  • Grade C: Laju progresif cepat dengan faktor risiko sistemik

Etiologi dan Faktor Risiko Periodontitis

Faktor Etiologi Utama

Penyebab utama periodontitis adalah akumulasi plak bakteri pada permukaan gigi. Bakteri patogen utama yang terlibat antara lain:

  • Porphyromonas gingivalis
  • Tannerella forsythia
  • Treponema denticola
  • Aggregatibacter actinomycetemcomitans

Kolonisasi bakteri patogen ini memicu respons imun host yang berlebihan, menyebabkan kerusakan jaringan periodontal secara progresif. Penting untuk dipahami bahwa periodontitis tidak terjadi tanpa adanya biofilm bakterial, namun faktor host juga sangat menentukan apakah penyakit akan progresif atau tidak.

Faktor Risiko Lokal

  • Kalkulus (karang gigi)
  • Restorasi overhanging
  • Faktor anatomis (furkasi, root concavity)
  • Maloklusi
  • Kedalaman pocket yang sudah ada

Faktor Risiko Sistemik

  • Diabetes mellitus (terutama tipe 2 yang tidak terkontrol)
  • Merokok dan penggunaan tembakau
  • Osteoporosis
  • Stress kronis
  • Obat-obatan (fenitoin, siklosporin, nifedipin)
  • Defisiensi imun (HIV/AIDS)
  • Genetik (polimorfisme IL-1)

Tanda dan Gejala Klinis Periodontitis

Manifestasi klinis periodontitis sangat bervariasi tergantung pada stadium dan tingkat keparahan penyakit. Berikut adalah tanda dan gejala yang umumnya ditemukan:

Gejala Subjektif (Keluhan Pasien)

  • Gusi berdarah spontan atau saat menyikat gigi
  • Nyeri tekan pada gusi
  • Halitosis (bau mulut)
  • Rasa tidak nyaman pada gusi
  • Gigi terasa longgar
  • Perubahan posisi gigi (migrasi patologis)
  • Disfagia (kesulitan mengunyah) pada kasus berat

Tanda Obyektif

  • Pembengkakan dan kemerahan gingiva
  • Loss of papilla (kehilangan papila interproximal)
  • Pseudopocket (pocket palsu)
  • Probing depth meningkat (>4 mm)
  • Attachment loss terukur
  • Reesi gusi
  • Furcation involvement
  • Mobilitas gigi
  • Alveolar bone loss pada radiograf

Diagnosis Periodontitis

Anamnesis

Anamnesis yang komprehensif meliputi:

  • Riwayat perdarahan gusi sebelumnya
  • Riwayat kehilangan gigi tanpa karies
  • Kebiasaan kebersihan mulut
  • Riwayat merokok
  • Riwayat penyakit sistemik (diabetes, kardiovaskular)
  • Riwayat pengobatan saat ini
  • Riwayat keluarga dengan penyakit periodontal

Pemeriksaan Klinis

Pemeriksaan periodontal probe dilakukan pada 6 titik per gigi untuk menentukan:

  • Kedalaman probing (Probing Depth/PD)
  • Level perlekatan klinis (Clinical Attachment Level/CAL)
  • Perdarahan on probing (BOP)
  • Resesi gingiva
  • Kondisi furkasi (Glickman/Nyvad)

Pemeriksaan Radiografis

Radiografbitewing dan periapikal digunakan untuk menilai:

  • Tingkat kehilangan tulang alveolar
  • Pola kehilangan tulang (horizontal vs vertikal)
  • Kondisi furkasi
  • Lesi endo-periodontal

Untuk gambaran radiografi lebih komprehensif, dapat dilakukan rontgen panoramik atau foto periapikal lengkap.

Diagnosis Banding

Diagnosis banding periodontitis meliputi:

  • Gingivitis – tidak ada kehilangan perlekatan klinis
  • Aggressive periodontitis – progresif cepat, onset muda
  • Necrotizing periodontal diseases – adanya nekrosis papila dan ulserasi
  • Periodontitis sebagai manifestasi penyakit sistemik

Hubungan antara gingivitis dan periodontitis sangat penting untuk dipahami, karena gingivitis yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi periodontitis.

Penatalaksanaan Periodontitis

Fase I: Terapi Non-Kirurgis

1. Scaling dan Root Planing (SRP)

Scaling dan root planing merupakan fondasi utama perawatan periodontitis. Prosedur ini bertujuan:

  • Menghilangkan biofilm dan kalkulus supra dan subgingiva
  • Menghaluskan permukaan akar
  • Menciptakan lingkungan yang memungkinkan penyembuhan jaringan periodontal

SRP dapat dilakukan dengan alat manual (curette) atau ultrasonic scaler. Perawatan biasanya dilakukan per kuadran (quadrant scaling) dengan anestesi lokal.

2. Antibiotik Adjuvan

Penggunaan antibiotik sistemik sebagai adjuvant SRP direkomendasikan pada kasus:

  • Periodontitis agresif
  • Tidak ada respons terhadap SRP saja
  • Pasien dengan kondisi sistemik tertentu

Antibiotik yang umum digunakan antara lain:

  • Amoxicillin + Metronidazole: Kombinasi gold standard
  • Azithromycin: Untuk pasien dengan kontraindikasi penisilin
  • Doxycycline: Sebagai anti-matrix metalloproteinase

Fase II: Terapi Kirurgis

Jika setelah fase I (4-6 minggu post-SRP) masih terdapat kedalaman pocket >5 mm, maka dipertimbangkan terapi bedah:

1. Flap Surgery (Operasi Kuc瓣)

Dilakukan untuk mengakses area yang sulit dibersihkan seperti furkasi dan area interdental.

2. Osseous Reshaping (Osteoplasty dan Ostectomy)

Meratakan atau menghilangkan defek tulang yang tidak teratur.

3. Regenerative Procedures

Untuk kasus dengan defek intramural, dapat dilakukan:

  • Bone grafting (autograft, allograft, xenograft, synth graft)
  • Guided Tissue Regeneration (GTR)
  • Penggunaan enamel matrix derivative (Emdogain)

Fase III: Maintenance Periodontal

Fase maintenance (supportive periodontal therapy) sangat krusial untuk keberhasilan jangka panjang perawatan periodontitis. Schedule maintenance umumnya:

  • 3-4 bulan pertama: Evaluasi setiap 2-4 minggu
  • Setelah 1 tahun: Recall setiap 3-6 bulan

Maintenance meliputi polishing, charting periodontal ulang, dan reinforcement oral hygiene instruction.

Pencegahan Periodontitis

Strategi pencegahan periodontitis meliputi:

  • Penyikatan gigi yang benar: Minimal 2x sehari dengan teknik modified Bass
  • Penggunaan benang gigi: Membersihkan area interdental minimal 1x sehari
  • Skaling regular: Setiap 6 bulan untuk removing kalkulus
  • Kontrol faktor risiko: Berhenti merokok, kontrol diabetes
  • Kunjungan dentist rutin: Untuk deteksi dini dan perawatan profesional

Relevansi Periodontitis dalam UKOMNAS PPDG

Periodontitis merupakan salah satu topik yang pasti muncul dalam station UKOMNAS PPDG. Station yang berkaitan dengan periodontitis biasanya menguji kemampuan:

  • Pemeriksaan periodontal yang komprehensif
  • Diagnosis dan penentuan stadium penyakit
  • Rencana perawatan yang tepat
  • Oral hygiene instruction kepada pasien

Untuk persiapan lebih matang, kamu bisa mempelajari kumpulan soal UKOMNAS PPDG Bedah Mulut dan soal UKOMNAS PPDG Biologi Oral yang telah disusun.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Periodontitis

Apakah periodontitis bisa disembuhkan?

Periodontitis tidak bisa sepenuhnya disembuhkan, namun dapat dikontrol dengan baik melalui perawatan profesional rutin dan pemeliharaan kebersihan mulut yang optimal. Tujuan perawatan adalah menghentikan progresivitas penyakit dan mempertahankan gigi selama mungkin.

Apakah periodontitis menular?

Periodontitis tidak menular secara langsung. Namun, bakteri penyebabnya dapat ditularkan melalui kontak dekat (misalnya melalui air liur). Faktor utama yang menentukan perkembangan penyakit adalah respons imun host, bukan semata-mata kehadiran bakteri.

Apakah boleh cabut gigi yang periodontitis?

Ekstraksi gigi dengan periodontitis dilakukan jika gigi sudah tidak dapat dipertahankan (mobile grade III, probing depth >10 mm, atau sudah tidak ada tulang penyangga). Keputusan ekstraksi harus mempertimbangkan kondisi pasien secara keseluruhan dan rencana prosthetic replacement.

Berapa biaya perawatan periodontitis?

Biaya perawatan periodontitis bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan jenis terapi yang diperlukan. Fase I (SRP) biasanya mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, sedangkan terapi bedah membutuhkan biaya yang lebih tinggi.

Apakah periodontitis bisa menyebabkan komplikasi sistemik?

Ya, periodontitis telah dikaitkan dengan beberapa komplikasi sistemik termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes yang lebih sulit dikontrol, komplikasi kehamilan (pre-eclampsia, bayi lahir prematur), dan pneumonia aspiasi. Oleh karena itu, kesehatan periodontal sangat penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

📲 Download Aplikasi Umeds

Akses materi lengkap, tryout, dan video belajar di satu aplikasi

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar

Login
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Customer Support umeds