Mahasiswa FKG UNAIR Gagas AI Petakan Saraf Rahang Pasien, Raih Juara Nasional

Mahasiswa FKG UNAIR Gagas AI Petakan Saraf Rahang Pasien, Raih Juara Nasional

Mindy
Published on 23 Mei 2026

Surabaya — Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga berhasil meraih juara nasional dalam ajang Olimpi Penelitian Indonesia 2026 dengan gagasan inovatif: pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk memetakan saraf rahang pasien secara tiga dimensi.

Prestasi ini menambah daftar panjang pencapaian mahasiswa FKG UNAIR di kancah nasional, sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing dalam inovasi teknologi kesehatan.

Gabriel Achmad Attari, salah satu anggota tim, menjelaskan bahwa ide ini bermula dari permasalahan klinis yang sering dihadapi dokter gigi dalam menangani pasien pasca-operasi rahang. "Pemetaan saraf rahang secara manual sering kali tidak akurat dan memakan waktu lama. Kami ingin menciptakan solusi yang bisa membantu dokter mendiagnosis lebih cepat dan tepat," katanya dalam pernyataan resmi kampus.

Tim yang beranggotakan tiga orang mahasiswa ini memanfaatkan dataset citra medis untuk melatih model AI pengenalan pola saraf rahang. Hasilnya, sistem AI为他们 قادر على menghasilkan peta saraf tiga dimensi yang dapat diakses melalui perangkat komputer biasa.

Dekan FKG UNAIR menyampaikan apresiasi atas pencapaian mahasiswanya. "Kami sangat bangga terhadap prestasi ini. Ini menunjukkan bahwa kurikulum kami mampu mendorong mahasiswa untuk berinovasi di bidang teknologi kesehatan," katanya.

Dengan berkembangnya penggunaan AI di berbagai sektor kesehatan, keterampilan dalam memanfaatkan teknologi ini menjadi semakin penting bagi calon dokter gigi. Tim ini berharap penelitiannya dapat terus dikembangkan hingga benar-benar diterapkan di fasilitas kesehatan.

Plt Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNAIR menyatakan bahwa kampus将继续 mendukung riset mahasiswa yang berorientasi pada inovasi dan dampak sosial. "Olimpi Penelitian Indonesia menjadi bukti bahwa riset mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat nasional. Kami bersyukur tim kami bisa membawa pulang prestasi ini," katanya.

Pada perlombaan tersebut, tim UNAIR juga meraih penghargaan khusus berupa best poster atas presentasi visualisasi data penelitian mereka yang dinilai paling komunikatif dan informatif oleh panel juri.

Di balik keberhasilan tersebut, proses persiapan memakan waktu sekitar enam bulan. Tim harus menyeimbangkan kegiatan akademik reguler dengan riset, termasuk melakukan validasi data dan refine algoritma AI secara berulang.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, mahasiswa FKG UNAIR membuktikan bahwa riset mahasiswa Indonesia memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi dunia kesehatan.

Kabar ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa kedokteran gigi di seluruh Indonesia untuk terus berkarya dan berinovasi, baik di laboratorium maupun di kliniknya masing-masing.

📲 Download Aplikasi Umeds

Akses materi lengkap, tryout, dan video belajar di satu aplikasi

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar

Login
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Customer Support umeds