Banyak masyarakat Indonesia percaya bahwa menyikat gigi dua kali sehari sudah cukup untuk menjaga kesehatan mulut. Namun, apakah benar kebiasaan tersebut mampu sepenuhnya melindungi kita dari berbagai penyakit yang dapat muncul di rongga mulut?
Menurut drg. Rezkiana, Sp.PM, seorang dokter gigi spesialis Penyakit Mulut dari Jakarta, menyikat gigi memang langkah dasar yang penting, tetapi belum cukup sebagai satu-satunya upaya pencegahan. "Sikat gigi efektif membersihkan permukaan gigi dari plak, tetapi banyak area di mulut yang sulit dijangkau oleh sikat gigi biasa," jelas beliau dalam sebuah seminar daring belum lama ini.
Area seperti tepi gusi, ruang antar gigi, dan permukaan lidah sering kali luput dari pembersihan optimal. Plak yang menumpuk di area-area tersebut dapat berkembang menjadi karang gigi dan menjadi tempat berkembangnya bakteri berbahaya, termasuk Streptococcus mutans yang dikenal sebagai salah satu penyebab utama kerusakan gigi.
Risiko Penyakit Mulut yang Sering Diabaikan
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) terbaru, prevalensi penyakit gigi dan mulut di Indonesia masih cukup tinggi, mencapai sekitar 45-50 persen dari total populasi. Masalah yang paling sering ditemukan meliputi gigi berlubang, penyakit gusi, dan bau mulut yang persistensi.
Dokter gigi muda dan mahasiswa kedokteran gigi di seluruh Indonesia seringkali mendapati pasien yang terkejut ketika didiagnosis mengalami gingivitis meskipun mereka sudah teratur menyikat gigi. "Pasien sering bertanya mengapa gusi mereka tetap berdarah padahal sudah menyikat gigi setiap hari. Jawabannya terletak pada teknik menyikat yang kurang tepat dan ketidaklengkapan kebersihan mulut," tambah drg. Rezkiana.
Metode Tambahan yang Direkomendasikan
Para ahli kesehatan gigi menekankan bahwa pembersihan mulut yang optimal memerlukan pendekatan komprehensif. Berikut beberapa langkah tambahan yang sangat disarankan:
1. Flossing atau Benang Gigi
Benang gigi dapat membersihkan 40 persen permukaan gigi yang tidak dapat dijangkau oleh sikat gigi. Gunakan benang gigi minimal satu kali sehari, sebaiknya sebelum tidur malam.
2. Obat Kumur Antiseptik
Obat kumur yang mengandung klorheksidin atau essential oils dapat membantu mengurangi bakteri di area yang sulit dijangkau. Namun, penggunaannya harus sesuai anjuran karena penggunaan berlebihan dapat mengganggu flora normal mulut.
3. Pembersihan Lidah
Lidah merupakan tempat penumpukan bakteri yang signifikan. Membersihkan permukaan lidah setiap kali menyikat gigi dapat membantu mengurangi risiko bau mulut dan infeksi jamur oral.
4. visitsi ke Dokter Gigi Rutin
Pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali sangat penting untuk mendeteksi dini masalah yang mungkin belum terlihat atau terasa. Scaling atau pembersihan karang gigi profesional juga diperlukan karena karang gigi tidak dapat dihilangkan hanya dengan menyikat gigi.
Kaitan Kesehatan Mulut dengan Kesehatan Tubuh
Penelitian terkini juga menunjukkan bahwa kesehatan mulut memiliki korelasi erat dengan berbagai penyakit sistemik. Penyakit gusi yang tidak ditangani telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, komplikasi diabetes, dan bahkan kelahiran prematur pada ibu hamil.
Bagi mahasiswa kedokteran gigi dan dokter gigi muda, pemahaman ini penting untuk edukasikan kepada pasien. "Dokter gigi memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam deteksi dini berbagai penyakit sistemik melalui pemeriksaan rongga mulut," tutur Prof. Dr. dr. Hanafi, Sp.PM(K), dalam Kongres Persatuan Dokter Gigi Indonesia.
Kesimpulan
Menyikat gigi secara rutin merupakan kebiasaan baik, namun bukanlah satu-satunya solusi untuk menjaga kesehatan mulut secara menyeluruh. Pendekatan multi-langkah yang mencakup flossing, penggunaan obat kumur, pembersihan lidah, dan visita rutin ke dokter gigi memberikan perlindungan yang lebih komprehensif.
Bagi mahasiswa kedokteran gigi Indonesia, edukasi pasien tentang pentingnya kebersihan mulut holistik merupakan kompetensi fundamental yang harus dikuasai. Mulut yang sehat berkontribusi pada tubuh yang sehat secara keseluruhan.
Akses materi lengkap, tryout, dan video belajar di satu aplikasi


