ANUG (Acute Necrotizing Ulcerative Gingivitis): Penyebab, Gejala, dan Penatalaksanaan untuk Mahasiswa Kedokteran Gigi
ANUG atau Acute Necrotizing Ulcerative Gingivitis adalah infeksi bakteri akut pada jaringan gingiva yang ditandai dengan nyeri hebat, perdarahan gusi, bau mulut tidak sedap (halitosis), dan adanya daerah nekrosis pada papilla interdental. Kondisi ini termasuk darurat medik dalam kedokteran gigi dan memerlukan penatalaksanaan segera.
ANUG secara historis dikenal sebagai Trench Mouth karena banyak ditemukan pada prajurit di parit-parit perang pada Perang Dunia I. Meskipun saat ini tidak lagi dikaitkan dengan kondisi perang, ANUG tetap menjadi topik penting dalam klinis kedokteran gigi dan sering muncul dalam ujian UKMP2DG dan UKOMNAS PPDG.
Definisi ANUG
ANUG adalah infeksi bakteri anaerob akut pada gingiva yang mengenai papilla interdental dan marge gingival. Infeksi ini menyebabkan nekrosis jaringan gingiva yang tidak bersifat invasif, melainkan superfisial. Berbeda dengan periodontitis, ANUG tidak menyebabkan kehilangan perlekatan tulang alveolar secara primer, meskipun dapat menjadi faktor predisposisi jika tidak ditangani dengan baik.
Berdasarkan klasifikasi terbaru, ANUG termasuk dalam kategori Necrotizing Periodontal Diseases (penyakit periodontal nekrotikans) bersama dengan Necrotizing Ulcerative Periodontitis (NUP). Perbedaannya terletak pada lokasi dan extent kerusakan: ANUG terbatas pada gingiva, sedangkan NUP meluas ke jaringan periodonsium dengan kerusakan tulang alveolar yang signifikan.
Penyebab dan Faktor Risiko ANUG
Etiologi ANUG bersifat multifaktorial, di mana bakteri anaerob memegang peran utama namun faktor lokal dan sistemik在一旁 memodulasi keparahan penyakit. Patogenesis melibatkan interaksi kompleks antara mikrobiota mulut, respons host, dan faktor lingkungan.
Faktor Etiologi
- Bakteri anaerob gram negatif: Prevotella intermedia, Fusobacterium nucleatum, dan Spirochetes (Treponema denticola) adalah tiga patogen utama yang ditemukan pada lesi ANUG. Bakteri-bakteri ini bersifat anaerob dan mendapat keuntungan dari lingkungan yang buruk oksigen akibat kebersihan mulut yang buruk.
- Akumulasi plak dan kalkulus: kebersihan mulut yang buruk merupakan precondition utama. Akumulasi plak di margen gingiva menciptakan lingkungan anaerob yang mendukung pertumbuhan bakteri patogen.
- Trauma mekanis: Tekanan mekanis berlebih pada gingiva dapat menjadi pintu masuk infeksi.
Faktor Predisposisi
- Stres psikologis: Stres kronis meningkatkan kadar kortisol yang menekan respons imun, menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi infeksi bakteri anaerob.
- Merokok: Merokok mengganggu aliran darah ke gingiva, menurunkan oksigenasi jaringan, dan merusak mekanisme pertahanan host. Perokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami ANUG.
- Malnutrisi dan defisiensi nutrisi: Defisiensi vitamin C, vitamin B12, zat besi, dan protein mengganggu proses perbaikan jaringan dan respons imun.
- Imunokompromi: Penderita HIV/AIDS, diabetes mellitus tidak terkontrol, atau yang sedang menjalani kemoterapi memiliki risiko lebih tinggi.
- Kurang tidur dan kelelahan: Kondisi fisik yang lemah menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi oportunistik.
Gejala Klinis ANUG
Gejala ANUG berkembang sangat cepat, biasanya dalam waktu 1-3 hari setelah onset. Pasien biasanya datang dengan keluhan yang hebat dan meminta penanganan segera.
Tanda Kardinal
- Nyeri hebat pada gingiva — spontan, berdenyut, dan diper berat dengan tekanan minimal. Nyeri sering digambarkan sebagai yang paling hebat yang pernah dirasakan pasien pada area orofasial.
- Perdarahan gingiva spontan atau dengan tekanan minimal.
- Halitosis sangat berat — fetor oris yang sangat menyengat.
- Nekrosis papilla interdental — papilla membentuk kawah (punched-out) yang khas, ditutupi pseudomembran abu-abu kehitaman yang dapat dilepaskan.
- Demam dan malaise umum — menunjukkan infeksi sistemik.
Gejala Sistemik
Pasien ANUG sering mengalami limfadenopati submandibula, demam, mual dan lemas, sakit kepala, dan gangguan tidur karena nyeri. Pada kasus berat, infeksi dapat menyebar ke jaringan lunak wajah (selulitis servikofasial), meskipun jarang.
Diagnosis ANUG
Kriteria Diagnosis (WHO)
| Kriteria Utama (wajib ada 2 dari 3) | Kriteria Tambahan |
| 1. Nekrosis atau ulserasi pada papilla interdental | Perdarahan spontan |
| 2. Nyeri pada gingiva | Kalkulus berlebih atau plak lunak |
| 3. Halitosis fetid | Demam, malaise |
Pemeriksaan Penunjang
- Pemeriksaan mikrobiologi: Swab lesi untuk kultur anaerob — menunjukkan pertumbuhan Prevotella intermedia dan Fusobacterium.
- Pemeriksaan darah: LED meningkat, leukositosis pada kasus berat.
- Pemeriksaan radiografi: Foto periapikal dan panoramik untuk menyingkirkan kerusakan tulang alveolar. Pada ANUG murni, tulang alveolar masih intak atau mengalami crestal bone loss minimal.
Diagnosis Banding ANUG
| Kondisi | Pembeda dengan ANUG |
| Gingivitis ulseratif nekrotikans berulang (RNNUG) | Episode berulang, destruksi periodontal progresif |
| Periodontitis ulseratif nekrotikans (NUP) | Kerusakan tulang alveolar signifikan, kehilangan perlekatan |
| Gingivostomatitis herpetik akut | Lesi vesikel, mukosa mulut luas terlibat, usia muda |
| Gingival enlargement pada leukemia | Pucat gingiva, perdarahan spontan, gejala sistemik berat |
| Desquamative gingivitis | Erosi epitel, pola geografis, warna gingiva merah terang |
Penatalaksanaan ANUG
Terapi Fase Akut
Penatalaksanaan ANUG harus dilakukan segera dan mencakup terapi lokal dan sistemik secara bersamaan. Tujuan terapi akut adalah mengeliminasi infeksi, mengurangi nyeri, dan mencegah penyebaran infeksi.
A. Terapi Lokal
- Debridement mekanis: Pengangkatan pseudomembran, debris nekrotik, dan plak lunak menggunakan ekskavator atau kuret dalam kuadran-kuadran di bawah anestesi lokal. Prosedur ini harus dilakukan dengan lembut untuk menghindari trauma berlebih.
- Irarkasi dengan antiseptik: Bilas mulut dengan hidrogen peroksida 1,5% atau chlorhexidine gluconate 0,12% setiap 2 jam pada hari pertama, kemudian 3-4 kali sehari selama 7-14 hari. Larutan ini membantu mengurangi beban bakteri anaerob dan melarutkan debris nekrotik.
- Pembersihan mekanis: Setelah fase akut mereda (biasanya 24-48 jam), lakukan scaling dan root planing untuk mengangkat kalkulus dan plak.
B. Terapi Sistemik
| Obat | Dosis | Durasi |
| Metronidazole | 400 mg, 3x sehari | 5-7 hari |
| Amoxicillin | 500 mg, 3x sehari (alternatif) | 5-7 hari |
| Metronidazole + Amoxicillin | 400 mg + 500 mg, 3x sehari (pada kasus berat) | 5-7 hari |
| Ibuprofen | 400-600 mg, 3x sehari (jika tidak terkontraindikasi) | Sesuai kebutuhan |
Catatan Klinis: Metronidazole adalah obat pilihan utama karena efektif terhadap bakteri anaerob dan dapat berdifusi ke jaringan nekrotik. Kombinasi dengan amoxicillin memberikan cobertura lebih luas pada kasus berat atau tidak responsif.
Terapi Pemeliharaan
Setelah fase akut teratasi, pasien memerlukan:
- Kontrol plak ketat: Instruksi oral hygiene termasuk teknik menyikat gigi yang benar, benang gigi, dan obat kumur chlorhexidine sebagai perawatan lanjutan.
- Scaling dan polishing untuk menghilangkan kalkulus residual.
- Kontrol ulang setiap 1-2 minggu hingga kondisi stabil, kemudian setiap 3-6 bulan.
- Konseling: Memberikan edukasi tentang pentingnya oral hygiene, penghindaran merokok, manajemen stres, dan pola makan seimbang.
Prognosis ANUG
Prognosis ANUG sangat baik jika ditangani dengan cepat dan tepat. Sebagian besar gejala akut mereda dalam 24-72 jam setelah terapi dimulai. Namun, jika tidak ditangani, ANUG dapat berkembang menjadi NUP dengan kerusakan tulang alveolar progresif, atau menyebar menjadi selulitis servikofasial atau angina Ludovici (jarang).
Pencegahan ANUG
Strategi pencegahan ANUG berfokus pada elimination of predisposing factors:
- Menjaga kebersihan mulut yang baik — menyikat gigi 2x sehari dengan teknik yang benar
- Pemeriksaan gigi rutin periksa setiap 6 bulan untuk scaling dan monitoring periodontal
- Hindari merokok dan alkohol
- Kelola stres dengan teknik relaksasi, olahraga teratur, dan tidur cukup
- Pola makan seimbang dengan asupan vitamin C, vitamin B kompleks, dan zat besi yang adekuat
Relevansi UKMP2DG dan UKOMNAS PPDG
ANUG merupakan salah satu topik yang sering muncul dalam stasiun klinis UKMP2DG dan UKOMNAS PPDG. Mahasiswa diharapkan mampu:
- Mendiagnosis berdasarkan anamnesis (nyeri, halitosis, perdarahan) dan pemeriksaan klinis (nekrosis papilla, pseudomembran)
- Mengidentifikasi faktor predisposing seperti stres, merokok, dan poor oral hygiene
- Menyusun rencana terapi yang mencakup debridement, antibiotik (metronidazole), dan instruksi oral hygiene
- Memberikan edukasi pasien tentang pencegahan dan pentingnya kepatuhan terhadap terapi
Kemampuan membedakan ANUG dari diagnosis Banding seperti NUP, gingivostomatitis herpetik, dan gingival enlargement pada leukemia juga menjadi kompetensi yang diuji dalam stasiun ini.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang ANUG
Apakah ANUG bisa disembuhkan?
Ya, ANUG dapat disembuhkan sepenuhnya jika ditangani dengan cepat dan tepat. Prognosis sangat baik dengan terapi yang adekuat meliputi debridement, antibiotik, dan perbaikan oral hygiene.
Apakah ANUG menular?
ANUG tidak dianggap sebagai penyakit menular secara langsung. Bakteri penyebab merupakan komponen flora mulut normal, dan kondisi predisposisi seperti kebersihan mulut yang buruk dan immunocompromised dapat memicu pertumbuhan berlebihan dari bakteri ini.
Berapa lama pemulihan ANUG?
Gejala akut biasanya mereda dalam 24-72 jam setelah memulai terapi. Pemulihan total dengan resolusi lengkap memerlukan waktu 2-4 minggu tergantung tingkat keparahan dan kepatuhan pasien terhadap terapi.
Apakah ANUG bisa kambuh?
Ya, ANUG dapat kambuh (RNNUG - Recurrent Necrotizing Ulcerative Gingivitis) jika faktor predisposing tidak diperbaiki. Pencegahan kekambuhan meliputi menjaga oral hygiene yang baik, menghindari merokok, mengelola stres, dan regular dental periksa.
Akses materi lengkap, tryout, dan video belajar di satu aplikasi


